Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Mei 2010

Tidurmu, Kepribadianmu

Bagaimana posisi Anda saat tidur? Sebuah survey dari Inggris menyelidiki 1000 orang dan menunjukkan adanya hubungan antara gaya tidur dengan kepribadian seseorang. Jadi, apa gaya Anda?
Gaya meringkuk
Ini adalah posisi paling umum terutama di antara para wanita. Mereka yang tidur dengan posisi ini dikenal berkepribadian tangguh tapi tetap peka terhadap sekitar. Mereka mungkin terlihat pemalu tapi mudah akrab.
Gaya menyamping
Jika Anda tidur menyamping dengan kedua tangan di samping tubuh, Anda adalah orang yang pandai bergaul, mudah mempercayai orang, bahkan kadang mudah ditipu. Sekitar 15% orang tidur dengan gaya ini.
Gaya peminta
Sepertiga orang tidur menyamping dengan kedua tangan diletakkan di depan tubuh. Mereka dikenal berpikiran terbuka namun agak sinis, pencuriga dan keras kepala dalam pengambilan keputusan.
Gaya prajurit
Orang yang tidur dengan gaya ini tidur terlentang dengan lengan rapat disamping tubuh. Mereka disebut bersifat pendiam, tertutup, dan menetapkan standard tinggi untuk diri dan rekan. Mereka juga lebih sering mendengkur, yang membuat mereka mendapat tidur berkualitas lebih sedikit.
Gaya terjun bebas
Sebagian kecil orang tidur tengkurap, dengan bagian perut dibawah dan lengan di bawah atau memeluk bantal. Sedangkan kepala akan menghadap ke salah satu sisi. Orang dengan posisi tidur ini dikenal blak-blakan, supel, dan tidak suka dikritik.
Gaya bintang laut
Jenis gaya tidur yang terakhir adalah terlentang, dengan tangan di dekat kepala. Mereka dengan gaya tidur ini biasanya adalah pendengar yang baik, suka menolong dan tidak nyaman menjadi pusat perhatian. Mereka juga sering mendengkur dan kurang mendapat tidur berkualitas.
...baca selengkapnya

Senin, 03 Mei 2010

4 Sifat Dasar Manusia

Menurut Florence Litteur, dalam bukunya "Personality Plus", ada empat pola watak dasar manusia:
1. Golongan Sanguinis, "Yang Populer"
Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek', dan hidupnya serba tak beratur. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana.
Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
2. Golongan Melankoli, "Yang Sempurna"
Mereka cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan,mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli' tak akan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli' anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan marah kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.
3. Golongan Koleris, "Yang Kuat"
Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh' melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy' itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban' karakternya yang suka `ngatur' dan tak mau kalah itu.
Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, "hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua". Karena itu mereka sangat "goal oriented", tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat "ya pasti jadi." maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.
4. Golongan Phlegmatis "Cinta Damai"
Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.
Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.
Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, "kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan". Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.
Watak Campuran
Namun demikian, menurut Florence Litteur, keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang beda hanyalah 'kadar'nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia. Misalnya ada orang yang tergolong Koleris Sanguinis, yang suka mengatur-atur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa). Ada pula golongan Koleris Melankolik yang selalu ingin sempurna, tahu secara lengkap dan agak dingin. Atau Phlegmatis Melankolik yang pembawaannya tenang, tetapi semua yang anda katakan, akan dipikirkan, dianalisa, dan pada saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam
matang.
Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan' pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana. sumber: (http://andihoo.blogspot.com/2010/02/4-sifat-dasar-manusia.html)
...baca selengkapnya

Kamis, 29 April 2010

Hari Pertama Kerja? Baca Ini Dahulu

Selulus kuliah, kita akan memasuki dunia kerja. Dunia ini jauh berbeda dengan kehidupan di kampus. Maka itu banyak hal yang perlu diketahui. Mau tahu?
Di dunia kerja, kita akan dihadapkan oleh tanggung jawab yang cukup besar. Tapi jangan khawatir, kita bisa meminimalisir semuanya jika kita mencari tahu.
Seperti dikutip dari buku Anak Bawang Mencari Peluang ; Trik Cerdas Masuk Dunia Kerja, karya Ade Hapsari Lestarini yang diterbitkan oleh Gagas Media, sejumlah psikolog menyatakan, kondisi ini bukan sesuatu yang perlu ditakutkan, karena itu sudah menjadi hal yang wajar.

Pada dasarnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya sebagai pekerja baru kamu meminta informasi sebanyak mungkin tentang lingkungan kerjamu. Bagaimana pun lingkungan kerja, termasuk teman, akan berpengaruh banyak pada langkah berikutnya.

Selanjutnya, ada baiknya kita mempelajari produk perusahaan, filsosofi yang dianut, lalu cara kerja yang biasa berlaku di lingkungan baru terlebih dahulu.

Ada saatnya cara ini akan menyita banyak waktu dan banyak yang tidak terlaksana. Biasanya waktu dua minggu cukup untuk melakukan perkenalan awal dengan lingkungan kerja yang akan jadi partner nantinya.

Terkadang dunia kerja juga akan menguji mental para fresh graduet. Para pekerja pemula diminta untuk bisa bersikap dewasa dalam menyikapi masalah dan mengambil keputusan dengan bijak.

Walaupuan harus melakukan adaptasi dengan lingkungan kantor yang baru, kita tidak perlu "menghilangkan" diri sebagai sosok pribadi yang utuh. Kamu rasakan saja apakah kamu merasa familiar sejak pertama kali melihat teman-teman baru.

Lalu apa saja yang harus dipersiapkan pada hari pertama?

1. Kendalikan Sikap
Ketika memasuki lingkungan atau tempat kerja baru, hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah bersikap sewajar mungkin, baik tingkah laku, maupuan sikap. Hindari sikap kekanak-kanakan dan emosional.

2. Berpenampilan Sewajarnya
Pakailah pakaian yang wajar. Perhatikan dandanan, pakaian maupun aksesoris yang digunakan.

Pembawaan yang serba berlebihan akan menimbulkan respons yang kurang simpatik dari orang-orang lama di kantor tersebut.

3. Patuhi Tata Tertib Perusahaan
Ini sangat penting. Hal yang harus diperhatikan adalah cari tahu mengenai tata tertib perusahaan, seperti jam masuk-pulang kantor dan jam makan siang, hak cuti, izin sakit. Jangan mengubah aturan kantor seenaknya saja.

4. Tunjukkan Tanggung Jawabamu
Sebagai karyawan kita harus menunjukan kredibilitas dan loyalitas sama pekerjaan. Dengan demikian, tidak mustahil pekerjaan kita akan selesai dengan baik. Bahkan, promosi jabatan bisa diraih. Yang penting jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. Sumber: (http://kampus.okezone.com/read/2010/04/26/370/326313/hari-pertama-kerja-baca-ini-dahulu)
...baca selengkapnya

Jumat, 30 Oktober 2009

Cerita Cinta

Apakah Cinta itu?, mencari Cinta Sejati

Alkisah di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak asda Cinta, Kesedihan, Kegembiraan, Kekayaan, Kecantikan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama Cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, Kekayaan ! Kekayaan ! Tolong Aku!, teriak Cinta. Aduh! Maaf, Cinta!, kata kekayaan. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahu ini. Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. Cinta sedih sekali,namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya.

Kegembiraan! Tolong aku !, teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan Cinta. Air semakin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan, Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!, teriak Cinta. Wah, Cinta kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini, sahut kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya, Ia lalu mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan, Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu!, kata Cinta. Maaf Cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja... kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat krisis itulah tiba-tiba terdengar suara, Cinta! Mari cepat naik ke perahuku! Cinta menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, Cinta turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. Cinta segera bertanya pada penduduk pulau itu. Yang tadi adalah WAKTU, kata penduduk itu tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong tanya Cinta heran sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESINGIHNYA DARI CINTA ITU.
...baca selengkapnya